Google Translator

Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

Sabtu, 12 September 2009

Jangan Khawatir, Jakarta Bebas Daging Gelonggongan dan Ayam Tiren

Dinas Kelautan, Peternakan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan DKI menyatakan, pasar di Jakarta telah bebas dari daging gelonggongan dan ayam potong tidak segar atau telah mati sebelum disembelih (ayam tiren).
"Kepala Dinas Peternakan juga melakukan pengecekan ke pasar-pasar mengenai ayam tiren (mati kemarin) serta daging gelonggongan, dan ternyata setelah dicek, tidak ditemukan," kata Gubernur DKI Fauzi Bowo seusai melakukan tinjauan ke Rumah Potong Hewan milik PD Dharma Jaya di Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (12/9).
Meskipun demikian, Kepala Dinas Kelautan, Peternakan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan DKI Edy Setiarto mengatakan, pihaknya akan terus melakukan razia untuk memastikan hal tersebut. Daging gelonggongan adalah daging yang berasal dari hewan yang dipaksa minum air sebanyak-banyaknya sebelum dipotong.
"Sampai malam tadi razia masih dilakukan di Jakarta Timur dan tidak ditemukan ayam tiren dan daging gelonggongan. Razia masih akan dilakukan lima kali lagi sampai hari Lebaran," ujar Edy.
Ayam tiren yang datang dari daerah-daerah di luar Jakarta, disebut Edy, di-sweeping sejak di penampungan di Pulogadung sebelum dipotong. "Kami pisahkan sejak dari penampungan kemudian langsung kami musnahkan," katanya.
Menurut Edy, sekitar setengah persen ayam yang masuk ke Jakarta mati dalam perjalanan yang kemudian dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk terus dijual dan muncul di pasar sebagai ayam tiren.
Jika dikonsumsi, ayam tiren dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi konsumen sehingga Gubernur pernah mengancam para pedagang yang mencari untung dengan cara merugikan itu akan dikenakan sanksi pidana selain sanksi larangan berdagang.
Pada inspeksi pasar yang dilakukan, Gubernur menyatakan, harga bahan pokok di DKI Jakarta masih tergolong wajar kenaikannya. Harga daging ayam dan daging sapi rata-rata mengalami kenaikan Rp 2.000 per kilogram sehingga belum masuk ke taraf mengkhawatirkan. "Memang ada kecenderungan harga daging meningkat, tapi masyarakat tidak perlu khawatir. Stok masih cukup," kata Gubernur.
Pemprov juga akan menggelar pasar murah daging sapi untuk menekan harga tidak meroket pada tanggal 17-19 September mendatang. Sebanyak 38 ton daging disiapkan untuk pasar murah itu di mana daging akan dijual dengan harga subsidi dari Rp 54 kilogram menjadi Rp 49 kilogram. "Jadi masyarakat agar tidak tergesa-gesa membeli daging dengan harga mahal, agar menunggu operasi pasar," kata Gubernur.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah DKI Ade Soeharsono mengatakan, pasar murah untuk daging sapi akan digelar di 32 titik di seluruh wilayah DKI.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
 

Banner Sahabat Gempita

gubuk blekenyek
Photobucket
Photobucket

Grey Floral ©  Copyright by Gempita Dunia Sumber Informasi Dunia | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks