Google Translator

Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 September 2010

Kupu - Kupu malam berbicara , siapa saja yang ditangkap?

Jumlah korban Stevan M alias Vidi, tersangka penyewaan gadis-gadis belia kepada para hidung belang, tak terhitung dengan jari lagi.


Itu pun baru terungkap di salah satu sekolah kejuruan ternama di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, yang Rabu (29/9/2010) kemarin didatangi personel Kepolisian Sektor  Amurang.

"Kami baru turun di satu sekolah untuk mengambil keterangan korban. Korban ini kami ketahui dari keterangan korban AR dan Vidi sendiri, hasilnya baru satu sekolah itu saja sudah terdapat 12 atau belasan oranglah, dan semuanya jaringan si Vidi," ujar Ajun Komisaris Mohamad Kamidin, Kapolsek Amurang, kepada Tribun Manado.

Ia menambahkan, mereka besok akan kembali melacak korban di sekolah lain, seperti yang dibeberkan korban AR ini.

"Besok kami akan turun lagi di sekolah-sekolah untuk mencari keterangan korban lainnya agar jaringan ini bisa terbongkar dan siapa lagi tersangka yang dapat diketahui," ujar Kamidin.

Menurut dia, korban disewakan Vidi dari beberapa lapisan masyarakat, ada yang pegawai negeri sipil (PNS), pekerja swasta, bahkan ada yang anggota polisi.

"Kalau di Minahasa Selatan, berdasarkan pengakuan korban, rata-rata penyewanya adalah PNS dari berbagai golongan. Yang kami sudah ketahui pasti nama Rino T, seseorang di dinas kehutanan, dan seorang lagi mantan camat di Minsel," ujarnya.

Korban AR pun buka mulut bahwa ia tak sempat bersetubuh dengan seorang mantan camat karena dia berlaku kasar sehingga AR pun lari. Meski demikian, dirinya sempat dipegang karena sudah disewakan oleh Vidi.

"Kami bawa si korban ini, lalu putar-putar Minahasa Selatan untuk tunjukkan mana-mana saja kantor tempat si hidung belang, lalu dia tunjukkan, makanya kami tahu," ucap Kamidin lagi.

Bukan hanya itu. Berdasarkan pengakuan AR, ada dua atau tiga orang di antaranya anggota polisi di Polres Minsel dan menurut AR ada seorang yang sangat dikenalnya bertugas di bagian buru dan sergap. AR mengaku "dipakai" di Desa Poigar, Kecamatan Sinonsayang.

Menurut Kapolsek Amurang, pekerja swasta pun ada. Sewaktu mengantar korban untuk menunjukkan hidung belang yang disewakan Vidi, seorang pekerja swasta tersebut adalah kepala unit di sebuah kantor badan usaha milik negara (BUMN) di Minahasa Selatan.

"Keterangan korban kepada kami, dia ini kepala unit di sebuah BUMN di Minahasa Selatan," ungkap Kamidin.

Pengakuan para korban kepada polisi, terdapat enam lokasi yang sering dipakai, yakni penginapan Transit di Sinonsayang, Hotel Minahasa Indah (MI) di Amurang, penginapan samping Pegadaian Amurang, Penginapan MCM jalan Menuju Pinaling, rumah Vidi, dan rumah penyewa itu sendiri.

Khusus untuk pesanan spesial ke Manado dan Bitung, korban memang tak mengetahui banyak siapa dan apa pekerjaan dari mereka, tetapi setahu mereka memakai seragam aparat negara.

Vidi dan Ari memang sudah seperti membisniskan penyewaan ini sebab, menurut Kapolsek Amurang, mereka berteman, tetapi terlibat persaingan gadis untuk disewakan.

"Kalau Vidi kebanyakan anak sekolahan, tetapi Ari anak-anak yang putus sekolah. Kalau ada jaringan Vidi yang direbut Ari tanpa izin, kadang Vidi dongkol sama si Ari," ungkapnya.

Sementara beberapa warga Desa Lopana mulai resah terhadap adanya jaringan ini. Rolly Makauli, tokoh masyarakat di desa tersebut, mengatakan kepada wartawan Tribun Manado, warga di sekitar lingkungan Vidi mulai ramai membicarakan kejadian ini.

"Saya datang ke sebuah acara, mereka ramai membicarakan gonjang-ganjing mengenai si Vidi dan mereka sangat menginginkan Vidi dapat ganjaran sesuai hukum dan setimpal dengan perbuatannya," ujarnya.

Beberapa orangtua pun mulai gelisah. "Saya takut anak saya nanti jadi korban, kalau ada yang ngajak-ngajak main ke sini-situ, tahu-tahunya nanti keterusan," ujar seorang ibu warga Pondang.

Read More......

Rabu, 10 Maret 2010

Siapakah Dulmatin?

Dulmatin, kelahiran Jawa Tengah tahun 1970, adalah tokoh senior dalam kelompok militan Jemaah Islamiyah dan merupakan salah satu teroris paling dicari di Asia Tenggara. Dulmatin sering kali menggunakan nama samaran, antara lain, Amar Usmanan, Joko Pitoyo, Joko Pitono, Abdul Matin, Pitono, Muktamar, Djoko, dan Noval. Namun, beberapa orang sering kali menjulukinya ”genius”.


Sebutan genius itu bukan tanpa alasan. Pria asal Jalan Pemali, Kabupaten Pemalang, ini pernah mendapat latihan di Afganistan pada 1990-2001 dan karena kepandaiannya, ia mendapat ilmu khusus dari Azahari Husin sebagai ahli pembuat bom dan bidang elektronik. Kemampuan merangkai peledak itu membuat ia disebut-sebut berada di balik bom Bali tahun 2002 yang menewaskan 202 orang. Saat bergabung dengan Azahari, Dulmatin disebut sering membantu merakit bom mobil dan rompi peledak.

Dulmatin diyakini pernah bergabung dengan kelompok Abu Sayyaf di Filipina sejak 2003 dan di sana ia mengajari pembuatan peledak. Saat bergabung dengan kelompok tersebut, ia dikabarkan terluka dalam pertempuran dengan tentara pemerintah di Pulau Jolo, Januari 2007. Pada Mei 2007, Dulmatin berhasil lolos dari sergapan di Pulau Simunul, beberapa saat sebelum tentara dan polisi Filipina mengepung lokasi persembunyiannya. Mereka hanya menemukan empat anak yang diduga sebagai anak Dulmatin.

Karena dianggap orang yang berbahaya, Pemerintah Amerika Serikat menawarkan hadiah 10 juta dollar AS bagi mereka yang memberikan informasi mengenai keberadaan Dulmatin.

Pada 19 Februari 2008, Pemerintah Filipina mengumumkan bahwa mayat seorang pria yang diyakini sebagai Dulmatin ditemukan di sebuah kuburan di Provinsi Tawi-Tawi. Namun, dalam penggerebekan oleh Detasemen Khusus 88 Polri di Pamulang, Selasa ini (9/3/2010), nama Dulmatin kembali disebut-sebut sebagai salah satu korban tewas. Benarkah korban itu Dulmatin?

Read More......

Jangan Takut Untuk Menggapai Prestasi !

Teman - teman blogger, sekarang anda tidak perlu khawatir mengenai biaya sekolah anda, karena sekarang sudah banyak perusahaan - perusahaan besar yang akan membiayai kalian ( syaratnya harus pintar loh heheheh ). Berikut adalah salah satu dari Perusahaan besar Bank Mandiri yang menyerahkan beasiswa.

Bank Mandiri menyerahkan beasiswa senilai total Rp 500 juta kepada 1.014 mahasiswa di tujuh universitas, antara lain Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Andalas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung.

Beasiswa diserahkan oleh Kepala Wilayah V Jakarta Sudirman Bank Mandiri, Arri Basuseno secara simbolis kepada Ketua Yayasan Karya Salemba Empat, Tatan A. Taufik di Bogor, Rabu (10/3/2010). Yayasan Karya Salemba Empat yang didirikan oleh alumni mahasiswa UI Fakultas Ekonomi tahun 1995 ini mempunyai visi memberikan bantuan finansial kepada mahasiswa untuk menyelesaikan kuliahnya.
"Khusus untuk tahun ini beasiswa diberikan kepada tujuh universitas terbaik di Indonesia, namun tidak menutup kemungkinan di tahun berikutnya akan membantu mahasiswa dari seluruh universitas di Indonesia," ujar Basuseno dalam siaran persnya.
Diharapkan, bantuan tersebut dapat membantu mahasiswa yang melaksanakan riset, Kuliah Kerja Nyata, Praktik Kerja Lapangan dan menyelesaikan skripsinya. Bantuan yang diberikan Bank Mandiri melalui Yayasan Karya Salemba Empat tersebut berasal dari dana Program Bina Lingkungan Bank Mandiri tahun anggaran 2010.



Read More......

Senin, 30 November 2009

Haruskah UN dihapus?

Based On The True Story ....

Bagaimana jika semua rekan di kelasmu tidak ada yang bersedia mengikuti ujian nasional alias UN, sedangkan kamu penasaran untuk ikut? Bagaimana bila untuk menjalani UN belum ada persiapan jauh hari sebelumnya? Dan, bagaimana jugakah jika di sekolahmu tidak pernah diadakan pra-UN atau berbagai persiapan UN?


Itulah kiranya yang kami rasakan ketika menjalani sebuah proses yang memakan waktu panjang untuk mengikuti UN, tidak seperti layaknya teman-teman di sekolah lain yang sebelumnya telah bersiap-siap menghadapi UN. Boro-boro kami sempat siap-siap, keputusan mengikuti UN saja sehari sebelum menghadapi rangkaian ujian menjelang UN, seperti ujian praktik, ujian akhir sekolah, dan kemudian UN.

Begitu banyak cerita yang harus kami lalui menjelang UN. Kami harus ke sana kemari untuk mencari buku-buku yang sesuai dengan kurikulum dan berusaha keras mempelajarinya di rumah. Tentu saja dengan sistem kebut-kebutan, tapi tetap dibuat santai sehingga semua pelajaran bisa dicerna. Kami berusaha memahami semua materi yang ada di buku dengan belajar di rumah karena tidak ada les atau persiapan apa pun di sekolah. Dari situ, kami merasa menjadi pelajar yang betul-betul mandiri.

Selain mencari buku-buku, kami juga sibuk mencari sendiri guru yang berkenan membimbing kami dalam belajar, terutama Matematika dan Bahasa Indonesia. Sampai kami lupa akan adanya UN Bahasa Inggris. Pematangan dalam persiapan UN Bahasa Inggris hanya berlangsung satu jam sebelum mengerjakan soal UN.

Tujuan kami mengikuti UN bukan sekadar untuk memperoleh ijazah, tapi untuk antisipasi. Siapa tahu nantinya hati kami terketuk untuk melanjutkan perjuangan ke sekolah lain.

Selain untuk antisipasi, kami juga ingin merasakan detik-detik menjelang UN. Tapi yang terpenting bagi kami adalah mengetahui seperti apa substansi UN, mengetahui sejauh mana manfaat UN bagi bangsa Indonesia, dan memulai sebuah penelitian.

Pada Senin 22 Mei 2006, kami mulai mengikuti UN. UN tidak kami anggap sebagai beban. Kami tidak lagi memikirkan lulus atau tidak. Untuk urusan lulus atau tidak adalah urusan belakang. Yang kami tekankan saat itu, kami tidak menjadikan hasil UN sebagai tanggungan hidup kami. Yang terpenting bagi kami adalah berproses untuk memberikan yang terbaik, bukan mencari nilai akademis yang meloloskan kami dari standar nilai yang selalu disiasati oleh birokrasi pendidikan.

Seusai UN kami memperoleh nilai yang wajar. Tidak terlalu buruk, juga tidak terlalu baik. Namun, dari proses melalui ujian tersebut, banyak hal yang telah kami rasakan dan kami dapatkan. Kami mulai mengambil hikmah dari semua kejadian yang ada ketika menjalankan proses yang begitu panjang. Mulai dari cerita duka sampai cerita yang membuahkan bahagia.

Banyak pengalaman yang kami dapatkan. Kami mulai belajar untuk menjadi orang yang tidak patah semangat, kami juga banyak belajar dari beberapa siswa yang ada di sana. Mengenai besarnya keprihatinan mereka dalam menjalankan episode kehidupan yang pasang-surut. Dan, masih banyak lagi hikmah yang kami petik dalam berproses.

Selain itu, kami juga melihat kenyataan bahwa kejujuran akan membuahkan hasil yang indah. Sementara pembohongan terhadap diri sendiri, seperti nyontek atau semacamnya, malah membuahkan sesuatu yang sangat tidak memuaskan. Sampai akhirnya kami sadar akan UN yang begitu menyedihkan. Banyak hal yang membuat kami kecewa dengan adanya UN.

Banyak pelajar di Indonesia yang tak bisa meneruskan belajar ke jenjang yang lebih tinggi hanya dikarenakan tidak lulusnya dalam pemecahan soal-soal UN. Soal-soal yang dibuat sepihak tersebut ternyata begitu mampu membuat para pelajar menghalalkan segala cara untuk memperoleh kelulusan. Mencontek seakan melatih siswa untuk mendapatkan sesuatu tanpa berusaha. Kami berharap, jangan sampai perbuatan culas seperti itu menjadi cerminan untuk bangsa Indonesia.

Sebenarnya, UN hanya akan membatasi pelajar dalam mengembangkan keintelektualan dalam suatu bidang tertentu. Selama ini yang dijadikan bahan UN hanyalah Bahasa Indonesia, Matematika, serta Bahasa Inggris. UN juga hanya akan membatasi keinginan yang ada pada diri pelajar. Pelajar menjadi tidak kreatif. Pelajar akan sulit untuk menentukan kebutuhan yang ada pada dirinya.



Mengukur keberuntungan

Banyak juga pelajar yang menjadi tidak bersemangat hanya karena tidak lulus UN. Padahal, UN bukanlah satu-satunya jalan untuk mengukur kemampuan. Sangat tidak manusiawi jika UN-lah yang akan mengakhiri sebuah proses belajar. Mungkin, UN akan terus menjadi momok bagi pelajar. Pelajar merasa butuh untuk belajar hanya karena adanya UN atau tes-tes tertulis yang lain.

Bisa dibilang UN bukanlah untuk mengukur kemampuan pelajar, melainkan untuk mengukur keberuntungan pelajar dalam mencoret lembaran soal. Selain itu, sangat tidak rasional juga ketika proses mengukur kemampuan hanya berlangsung dua jam dengan ketegangan yang tidak bisa dihindari oleh pelajar. Dan, saat itu juga, semua pelajar di seluruh penjuru negeri sedang diuji dengan materi yang sama. Padahal, kemampuan pelajar pasti berbeda-beda.

Banyak pelajar Indonesia yang sebenarnya keberatan terhadap UN. Banyak juga pakar pendidikan di Indonesia yang mendukung penghapusan UN. Lantas, Mengapa UN masih dipertahankan? Ada apa di balik adanya UN?

Untuk mengukur kemampuan siswa tidak perlu menggunakan soal-soal yang sebenarnya tidak cukup untuk menilai seluruh kemampuan yang dimiliki siswa selama tiga tahun.

Bayangkan! Jika ada siswa yang memiliki nilai Bahasa Indonesia 9, Matematika 10, sementara nilai Bahasa Inggrisnya di bawah standar kelulusan, berarti siswa itu tidak lulus bukan? Haruskah ia mengulangi belajar selama setahun lagi dengan materi-materi yang membosankan? Dengan suasana yang menjenuhkan? Bukankan lebih baik ia mempertajam kemampuannya daripada harus mengulang lagi hanya untuk mencari nilai Bahasa Inggris.

Jangan sekalipun kita menganggap bahwa dia yang tidak lulus adalah siswa yang bodoh. Nilai yang ada pada pelajar bukan sebatas nilai pada UN. Perlu kita renungkan sekali lagi, UN telah membuat banyak siswa merasa tertekan, depresi, bahkan banyak yang gila karenanya. Tidakkah kita khawatir jikalau UN malah akan memengaruhi kecemasan psikologis anak?

Betapa sedihnya kami ketika melihat beberapa siswa yang menangis histeris lantaran tidak lulus. Bahkan ada yang sampai terkulai pingsan di pangkuan temannya. Seperti ada rasa tersisih yang menyeruak di hati mereka. Kami mencoba untuk bersikap wajar dan menetralkan kesedihan kami. Benarkah semua itu han sesuatu yang wajar?

Teruntuk birokrasi pendidikan yang budiman, lancangkah jika pelajar menyuarakan isi hatinya tentang pendidikan? Bukan maksud kami untuk mengadili, kami hanya menginginkan keadilan. Kami hanya ingin mencoba untuk menjadi pelajar yang asertif dan tidak pasif.

Kalau memang Depdiknas berkenan, hendaknya ujian akhir sebuah sekolah diganti dengan sesuatu yang lebih rasional, logis, dan riil. Bukan sekadar fiktif belaka yang menjelma dalam tiap untaian soal.

Pandangan kami tentang UN ini merupakan bingkisan untuk birokrasi pendidikan yang semoga bisa menjadikan sebuah pendidikan yang lebih baik dari yang sebelumnya. Harapan kami, ke depan, sekolah maupun lembaga pendidikan di Indonesia memiliki hak untuk menentukan langkah sendiri. Tentunya dengan dukungan dan partisipasi dari pemerintah. Perlu diingat bahwa setiap sekolah memiliki sumber daya yang berbeda. Jadi, untuk ujian kelulusan pun tidak perlu diseragamkan.

Dengan perasaan pesimistis, kami hanya bisa mengajukan usulan, ini kesempatan bagi lembaga-lembaga pendidikan— khususnya SMA dan perguruan tinggi—untuk mencari siswa yang berprestasi. Apabila ijazah masih dibutuhkan oleh sekolah, siswa diberi kesempatan untuk mengikuti UN atau ujian setara untuk tahun depan. Dengan demikian, tidak perlu ada siswa yang harus berhenti belajar hanya karena tidak punya ijazah...

Read More......

Kamis, 24 September 2009

Di Jabar, 10 Tewas Selama Arus Mudik-Balik


BANDUNG, KOMPAS.com Korban kecelakaan di beberapa daerah Jawa Barat selama arus mudik dan balik Lebaran hingga Kamis (24/9) mencapai 915 orang luka berat dan ringan, serta 10 orang meninggal dunia. Jumlah kecelakaan terbanyak terjadi di Kabupaten Karawang dengan jumlah luka ringan dan sedang 329 orang, 58 luka berat, serta 7 orang meninggal dunia.

"Jumlah itu merupakan data sementara yang dikirim dari jalur mudik dan balik rawan kecelakaan lalu lintas, seperti Kabupaten Cirebon, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Indramayu," kata Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Jawa Barat Fita Rosemary di Bandung, Kamis.

Selain di Karawang, jumlah kecelakaan di Cirebon juga tinggi dengan korban 230 orang luka ringan, 137 orang luka berat, dan seorang meninggal dunia. Di Indramayu, 9 orang luka berat dan dua orang meninggal dunia. Adapun di Subang, 141 orang luka ringan dan 11 orang luka berat.

Fita mengatakan, sejauh ini pelayanan kesehatan di beberapa daerah tidak mengalami kendala berarti. Tidak ada laporan kekurangan persediaan obat dan alat medis selama arus mudik dan balik.

Akan tetapi, ia menyayangkan sikap pemudik yang belum sadar sepenuhnya terhadap pemeriksaan kesehatan selama perjalanan. Padahal, pemeriksaan kesehatan bisa menjadi faktor pencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas atau hal lain selama perjalanan.

"Biasanya, mereka hanya beristirahat seadanya di pinggir jalan. Belum ada kesadaran dari pemudik untuk menyempatkan diri sejenak memeriksa kesehatan," katanya.

Menurut Fita, untuk melayani pemeriksaan kesehatan pemudik selama perjalanan, Dinkes Jabar telah menyiapkan 1.026 puskesmas siaga selama arus mudik dan balik tahun ini. Jumlah ini jauh lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya 738 puskesmas. Jumlah pos kesehatan lapangan juga mengalami peningkatan dari 168 pos menjadi 174 pos.

Selain itu, jumlah personel kesehatan juga naik menjadi sekitar 3.000 orang dari sebelumnya 2.600 orang. Mereka adalah personel kesehatan dari dinas kesehatan di daerah.

Read More......

Minggu, 20 September 2009

Gempa 6.4 Skala Ritcher Mengguncang Bali dan Sekitarnya

Gempa tektonik berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (19/9) sekitar pukul 07.07 WITA. Menurut Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Selaparang, A.A Gde Tri Kumara, gempa tersebut berpusat di laut dengan jarak 101 kilometer tenggara Nusa Dua, Bali.

Seperti dilansir ANTARA, pusat gempa berada pada 9,67 Lintang Selatan - 115,49 Bujur Timur dengan kedalaman 36 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Guncangan gempa tersebut terjadi sekitar lima detik dan dirasakan warga di Kota Mataram dan sekitarnya. Sebagian dari mereka berlari ke luar rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa akibat gempa tersebut.

Read More......

Sabtu, 12 September 2009

Jangan Khawatir, Jakarta Bebas Daging Gelonggongan dan Ayam Tiren

Dinas Kelautan, Peternakan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan DKI menyatakan, pasar di Jakarta telah bebas dari daging gelonggongan dan ayam potong tidak segar atau telah mati sebelum disembelih (ayam tiren).
"Kepala Dinas Peternakan juga melakukan pengecekan ke pasar-pasar mengenai ayam tiren (mati kemarin) serta daging gelonggongan, dan ternyata setelah dicek, tidak ditemukan," kata Gubernur DKI Fauzi Bowo seusai melakukan tinjauan ke Rumah Potong Hewan milik PD Dharma Jaya di Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (12/9).
Meskipun demikian, Kepala Dinas Kelautan, Peternakan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan DKI Edy Setiarto mengatakan, pihaknya akan terus melakukan razia untuk memastikan hal tersebut. Daging gelonggongan adalah daging yang berasal dari hewan yang dipaksa minum air sebanyak-banyaknya sebelum dipotong.
"Sampai malam tadi razia masih dilakukan di Jakarta Timur dan tidak ditemukan ayam tiren dan daging gelonggongan. Razia masih akan dilakukan lima kali lagi sampai hari Lebaran," ujar Edy.
Ayam tiren yang datang dari daerah-daerah di luar Jakarta, disebut Edy, di-sweeping sejak di penampungan di Pulogadung sebelum dipotong. "Kami pisahkan sejak dari penampungan kemudian langsung kami musnahkan," katanya.
Menurut Edy, sekitar setengah persen ayam yang masuk ke Jakarta mati dalam perjalanan yang kemudian dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk terus dijual dan muncul di pasar sebagai ayam tiren.
Jika dikonsumsi, ayam tiren dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi konsumen sehingga Gubernur pernah mengancam para pedagang yang mencari untung dengan cara merugikan itu akan dikenakan sanksi pidana selain sanksi larangan berdagang.
Pada inspeksi pasar yang dilakukan, Gubernur menyatakan, harga bahan pokok di DKI Jakarta masih tergolong wajar kenaikannya. Harga daging ayam dan daging sapi rata-rata mengalami kenaikan Rp 2.000 per kilogram sehingga belum masuk ke taraf mengkhawatirkan. "Memang ada kecenderungan harga daging meningkat, tapi masyarakat tidak perlu khawatir. Stok masih cukup," kata Gubernur.
Pemprov juga akan menggelar pasar murah daging sapi untuk menekan harga tidak meroket pada tanggal 17-19 September mendatang. Sebanyak 38 ton daging disiapkan untuk pasar murah itu di mana daging akan dijual dengan harga subsidi dari Rp 54 kilogram menjadi Rp 49 kilogram. "Jadi masyarakat agar tidak tergesa-gesa membeli daging dengan harga mahal, agar menunggu operasi pasar," kata Gubernur.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah DKI Ade Soeharsono mengatakan, pasar murah untuk daging sapi akan digelar di 32 titik di seluruh wilayah DKI.

Read More......

Indonesia MenemukaSenyawa Kimia Baru

Seorang peneliti yang juga dosen senior Universitas Palangkaraya (Unpar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Prof Dr Ciptadi berhasil menemukan senyawa kimia baru yaitu senyawa 1,3-oxaphospholes.

Kepala Lembaga Penelitian Unpar tersebut membenarkan ia berhasil menemukan senyawa baru 1,3-oxaphospholes itu, saat diwawancarai di di Palangkaraya, Jumat (11/9).

Dijelaskannya, senyawa 1,3-oxaphospholes yang ditemukannya itu, terindikasi sebagai senyawa yang bermanfaat untuk antibiotik dan pestisida. Senyawa itu dibuat dari unsur phosphorus.

"Saat berada studi di Perancis, saya menemukan 40 senyawa oxaphospholes dan derivat-derivatnya (turunannya)," katanya.

Dari 40 senyawa baru tersebut 30 di antaranya sudah dikirim ke Bayern Jerman, sebuah lembaga farmasi yang ada di jerman. Sementara 10 senyawa baru lainnya masih dikembangkan mahasiswa program doktor (S3) di ENSCM Montapellier II Perancis.

Penemuan senyawa baru olehnya itu diharapkan dapat dipatenkan bersama-sama dengan Prof Dr Cristau, seorang guru besar asal Perancis selaku dosen pembimbing saat melakukan penelitian di laboraorium universitas tersebut.

Berdasarkan keterangan guru besar bidang biokimia/ kimia organik Unpar tersebut, penemuan tersebut cukup membanggakan bangsa Indonesia, karena jarang terdapat mahasiswa Indonesia menemukan senyawa baru di perguruan tinggi itu.

Oleh karena itu, ketika diumumkan penemuan tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Perancis ikut menghadiri dan mengucapkan selamat atas penemuan tersebut.

Pengembangan penelitian ini masih terus dilakukan bekerjasama dengan laboratorium kimia organik ENSCM Universite Montpellier II Perancis.

Penemuan senyawa-senyawa baru tersebut sebagian sudah diseminarkan di berbagai negara di Eropa dan Asia seperti perancis, Inggris, Jerman, dan jepang.

"Sebagian juga sudah dipublikasikan pada jurnal internasional, seperti Acta Crystallographica, European Jounal of Organik Chemistry, Journal of Organometallic Chemistry, Phosphorus Sulfur and Silicon," katanya.

Ia menemukan senyawa itu saat ia mengambil program doktor (S3) kimia biomolekul di ENSCM Universite Montapellier II, Perancis.

Read More......

Kamis, 03 September 2009

Gempa Menghadang Mesji Tetap Kokoh

Masjid Al Alam Marunda, atau lebih dikenal sebagai Masjid Si Pitung, tetap berdiri kokoh meski sempat terkena guncangan gempa yang terjadi pada Rabu (2/9) kemarin. Meski sudah berusia empat abad, Masjid yang terletak di Jalan Marunda Pulo, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara ini tidak mengalami kerusakan sedikitpun kendati diguncang gempa berkekuatan 7,3 skala richter yang berpusat di Tasikmalaya tersebut.

"Kemarin di Masjid ini juga terasa goyang. Tapi setelah saya cek, enggak ada yang rusak sama sekali," kata Pengurus Masjid Al Alam Haji Sambo bin Abdullah kepada Kompas.com, Kamis (3/9).

Sambo mengaku sempat khawatir akan terjadi kerusakan pada masjid karena gempa tersebut. Maklum, material bangunan masjid tersebut sudah sangat tua. Sejak didirikan pada 1640, tidak ada pernah dilakukan perombakan terhadap struktur asli masjid yang merupakan salah satu cagar budaya di Provinsi DKI ini. "Tembok dan tiang-tiangnya masih asli. Enggak ada yang diubah," kata Sambo.


Pria berusia 64 tahun ini menuturkan, bahwa memang sering terjadi fenomena keajaiban pada masjid yang konon didirikan oleh Walisanga ini. Menurutnya, karena terletak di wilayah pesisir pantai, setiap bangunan di sekitar masjid tersebut, setiap tahun selalu mengalami penurunan ketinggian tanah. Namun hal tersebut tidak terjadi pada Masjid Al Amin. "Rumah-rumah yang lain pasti makin amblas, tapi masjid ini kayaknya malah makin naik," ujar Sambo.

Karena itu ia tidak merasa heran jika masjid yang sempat menjadi persembunyian tokoh legenda si Pitung ini tetap berdiri tegak meski diguncang gempa. "Ya inilah salah satu bukti kebesaran Allah. Buktinya enggak ada yang rusak sama sekali," tandasnya.

Read More......

Tasikmalaya Berguncang

Gempa Tektonik 7,3 Skala Richter baru saja terjadi sehari yang lalu dimana Gempa Tektonik cukup besar ini terasa sampai Jakarta, Banten dan Yogyakarta di posisi 8,24 Lintang selatan dengan kedalaman 30 KM dari laut di sekitar Barat Daya Tasikmalaya. Mengguncang beberapa daerah di Jawa Barat terasa di beberapa daerah Garut, Tasikmalaya, Bandung, Cianjur, Kerawang, Bekasi, Bogor serta Jakarta ini sempat membuat panik warga yang berhamburan keluar. Tasikmalaya Selatan tidak bisa dihubungi sampai saat ini kemungkinan komunikasi putus karena Handphone dan Telepon tidak bisa dihubungi, saat mengecek beberapa teman yang berada disana.


Berita dari Sukabumi beberapa warga yang menyampaikan bahwa beberapa Gedung Terjadi Kerusakan kaca pecah-pecah. Gempa yang besar pasti diikuti gempa-gempa susulan.BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA menyebut Pusat Gempa sekitar daerah Tasikmalaya.

Gempa ini mengguncang Jakarta dan beberapa daerah di Jawa Barat. Tasikmalaya dan Sukabumi yang 142 KM Barat Daya Tasikmalaya, BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) memberikan laporan kepada warga bersiaga mengenai potensi tsunami. Gempa yang kekuatannya diperkirakan lebih kuat dan lebih besar dibanding Gempa yang pernah terjadi di Yogyakarta ini disinyalir berpotensi Tsunami.


Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Departemen Kesehatan mencatat hingga pukul 22.00 WIB jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang sebagian wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta, Rabu (2/9) pukul 14.55 WIB dilaporkan sebanyak 33 orang.
  
Selain itu, menurut Kepala PPK Departemen Kesehatan Rustam S Pakaya di Jakarta, Rabu malam, gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter yang berpusat di 142 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, tersebut juga menyebabkan 305 orang terluka dan 40 orang hilang.
  
Jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Jawa Barat dilaporkan sebanyak 32 orang dengan rincian enam orang di Kabupaten Bandung, 11 orang di Cianjur, empat orang di Garut, tiga di Kabupaten Tasikmalaya, satu orang di Kota Tasikmalaya, enam orang di Banjar dan satu orang di Sukabumi. Guncangan gempa juga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 38 orang terluka di DKI Jakarta.
  
Gempa juga mengakibatkan rumah penduduk dan bangunan publik rusak. Departemen Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat, kata Rustam, telah mengirimkan tim medis dan bantuan logistik yang dibutuhkan untuk menangani korban bencana."Sampai sekarang keadaan masih terkendali," kata Rustam.

Read More......

10 Tips Bila Menghadapi Gempa

Jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba, pastikan anda mengetahuin 10 tips berikut

Di dalam rumah
Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal.

Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Di sekolah
Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau buku, jangan panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang terjauh ke pintu, carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat gedung, tiang dan pohon.


Di luar rumah
Lindungi kepada anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa.

Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall
Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.

Di dalam lift
Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.

Di kereta api
Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.

Di dalam mobil
Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.

Di gunung/pantai
Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.

Beri pertolongan
Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempa bumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian, maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di sekitar anda.

Dengarkan informasi
Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yag benar dari pihak yang berwenang atau polisi. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.

Read More......

Selasa, 25 Agustus 2009

Awas, Banyak Makanan Kedaluwarsa Beredar!

Hati Hati banyak produk makanan kedaluwarsa masih beredar di pasar tradisional maupun fasilitas publik seperti stasiun dan terminal. Hasil operasi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Yogyakarta, Selasa (25/8), menemukan tidak hanya makanan kedaluwarsa, tetapi juga produk mengandung bahan kimia berbahaya.


Terbagi dalam empat tim, petugas dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) merazia delapan titik di wilayah Kota Yogyakarta, yakni Pasar Kranggan, Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, Pasar Lempuyangan, Terminal Giwangan, Pasar Kotage de, Legi, dan Serangan. Hari ini pemeriksaan yang sama akan dilakukan di Gunung Kidul dan Sleman.
Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BB POM Zulaimah mengungkapkan ada 31 kios yang masih menjual produk makanan tak layak, dari total 84 kios yang dirazia pada hari pertama kemarin.
Temuan itu antara lain makanan kedaluwarsa mencapai 25 item dengan jumlah 139 bungkus; makanan dengan kemasan rusak ada enam item dengan jumlah 45 bungkus, sebagian ditemukan di Terminal Giwangan; dan 22 bungkus makanan tradisional lanting mengandung zat pewarna pakaian (rhodamin B) yang ditemukan di stasiun Lempuyangan.
Selain itu, BB POM juga menemukan 20 bungkus makanan tanpa izin edar. Di Pasar Serangan dan Pasar Legi, tim menemukan obat keras yang diperdagangkan melalui jalur ilegal dengan jumlah 1.638 tablet. Untuk yang obat keras ini jumlahnya cukup besar dan pedagangnya berpotensi diajukan ke pengadilan, jelasnya.
Kesadaran
Zulaimah menampik anggapan jika operasi ini hanya dilakukan menjelang Lebaran. BB POM Yogyakarta sudah kerap melakukan operasi, dan setiap kali razia hasilnya selalu mencengangkan. Maret 2009 lalu, misalnya, BB POM memusnahkan lebih dari 250.000 satuan (pieces) produk makanan tak layak hasil operasi selama 2008. Be gitu pula pada bulan Juni, belasan ribu kosmetika berbahaya berhasil ditemukan.
Kendalanya banyak pedagang yang belum sadar dan paham tentang makanan berbahaya. Selain itu , ada kecenderungan pedagang yang tidak laku, masih menjajakan barangnya meski sudah kedaluwarsa, ujarnya. Faktor lainnya, menurut dia petugas dari BB POM tidak sebanding jumlah kios yang jumlahnya ribuan dan terus bertambah dari waktu ke waktu.
Staf Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan BB POM Kestri Harjanti menuturkan bahwa perilaku pedagang yang pasif menjadi faktor penyebab peredaran makanan tak layak. Dari pemeriksaan di Stasiun Tugu, misalnya, ada pedagang yang mengaku bahwa pengecekan barang dilakukan oleh distributor. Jadi, pedagangnya sendiri tidak memeriksa dagangannya, tutur Kestri.

Nah kesimpulannya hati - hati bila membeli makanan di kantin atau dimana saja, ingat tanyakan kapan kadaluarsanya. Be Careful Ok?

Read More......
Related Posts with Thumbnails
 

Banner Sahabat Gempita

gubuk blekenyek
Photobucket
Photobucket

Grey Floral ©  Copyright by Gempita Dunia Sumber Informasi Dunia | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks